Thursday, October 13, 2011

Ulang Tahun Kezia yg ke-13

Aku selalu terharu mengenang peristiwa kelahiran Kezia Chan 13 tahun yang lalu di Jember yang suasananya sedang mencekam karena isu dukun santet/ninja, sementara di Jakarta juga sedang terjadi kerusuhan. Bersyukur karena di malam itu ada dua orang yg tergerak mendonorkan darah saat dibutuhkan sementara orang-orang bahkan tak berani keluar rumah. Bersyukur karena Eyang Kezia cukup tegar menemaniku yang sedang berjuang melahirkan. Bersyukur karena Bernaridho Hutabarat selamat sampai di Jember dari Jakarta yang rusuh, sementara ada seorang anak yang baru lahir tapi bapaknya tak pernah sampai. Bersyukur karena Pritha Christantie sedang berdinas di Surabaya sehingga bisa membantu dalam segala kerepotan. Bersyukur atas Ibu Tyas Harsoyo dan Retno yang membesarkan hati sejak dari awal persalinan. Bersyukur atas Dr. Wasis yg sigap memutuskan utk operasi shg tidak terlambat dan fatal. Bersyukur karena pada akhirnya aku harus berdamai dengan rumah sakit tempat Bapak dan Masku meninggal 7 dan 6 tahun sebelumnya, yang adalah juga tempat aku dilahirkan 25 tahun sebelumnya. Bersyukur juga karena harus berdamai dengan angka 13. Selamat ulang tahun Kezia, Ibu dan Bapak selalu mendoakan kebahagiaanmu....

Wednesday, April 16, 2008

KOKORO NO TOMO

KOKORO NO TOMO

Anata kara kurushi mi o ubaeta sono toki
Watashi ni mo ikite yuku, yuki ga-wa ite kuru
Anata to de au made wa kodoku Nasasurai bito
Sono te no nukumori o kanjisasete

Chorus 1:
Ai wa itsumo rarabai
Tabi ni tsukareta toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde

Shinjiau kokoro sae doko ka ni wasurete
Hito wa naze sugita hi no shiawase oikakeru
Shizuka ni mabuta tojite kokoro no doa o hiraki
Watashi o tsukandara namida fuite

Chorus 2:
Ai wa itsumo rarabai
Anata ga yowai toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde

Friday, February 8, 2008

Flo's 1st Teddy Bear


7 Desember 2007 Florencita Natasha Panggabean, keponakanku tersayang, merayakan ultah-nya yg pertama. Sebagai hadiah, aku bikin sebuah kue Teddy Bear 3D. Cakenya tiga lapis: coklat, vanila, dan mocca. Frostingnya biasa, butter cream. Mata dan hidung dari plastic icing.
Tulisan-nya dari cupcake. Baca: Happy birthday Flo 7 Dec 07.

Sebenarnya mamanya pengin Winnie the Pooh. Berhubung loyang Teddy Bear sdh kebeli dan harganya lumayan, apalagi loyang Pooh lebih muahal lagi, ya tetap Teddy Bear.

Eyang gak mau kalah, bikin tumpeng lucu. Nasi kuning dibentuk pake cetakan puding berbentuk manusia salju. Rambutnya dari daun kemangi. Lauknya standar: ayam goreng, telor dadar, kering tempe, abon, lapis daging. Yummy...

Kacian Kezia, pengin banget dibikinin kue Barbie, tapi maknya gak sempat2. Tahun 2008 ini, pas dia ultah ke-10, mesti dibikinin. Sabar ya Sayang....

Bouquet of Roses - Our 10th Anniversary


Cakenya black forest. Mawar dan keranjangnya dari butter cream, pitanya dari plactic icing. Warna-warni mawar diharapkan menggambarkan warna-warni kehidupan pernikahan kami yang sudah berjalan 10 tahun
(23 Nov 1997 - 23 Nov 2007).
Rose is my favourite flower!

Wednesday, September 12, 2007

Tahu Isi a la ChefWannaBe

Tahu Isi a la ChefWannaBe
(untuk 18 potong)
Bahan:

3 potong tahu cina ukuran besar
100 gram daging ayam
50 gram udang kupas
1 butir telor ayam
2 sdm tepung tapioka
1 batang wortel, serut
2 batang bawang daun, rajang halus
minyak untuk menggoreng

Bumbu:
2 siung bawang putih, dihaluskan
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1/2 sdt gula
1 sdt kaldu bubuk

bahan adonan pencelup, aduk jadi satu:
100 gram tepung terigu
1 butir telor ayam
100 ml air
1 sdt garam

Cara Membuat:
1. potong tahu jadi 6 (kurleb 5x5x2 cm3), rendam dalam air garam
2. giling daging ayam dan udang, masukkan telor dan bumbu, aduk rata
3. masukkan tepung tapioka, aduk rata
4. masukkan wortel dan bawang daun aduk rata
5. kerok bagian tengah tahu
6. haluskan kerokan tahu, masukkan ke dalam adonan isi
7. isikan 1 sdm isian ke dalam tahu yang sudah dikerok
8. kukus tahu selam 15 menit, dinginkan
9. celup tahu ke dalam adonan pencelup, goreng dalam minyak panas hingga keemasan
10. hidangkan dengan sambel botolan.

Barbra Streisand : The way we were

Memories

Light the corners of my mind

Misty watercolor memories

Of the way we were

Scattered pictures

Of the smiles we left behind

Smiles we gave to one another

For the way we were

Can it be that it was all so simple then

Or has time rewritten every line

If we had the chance to do it all again

Tell me - Would we? Could we?

Memories

May be beautiful and yet

What's too painful to remember

We simply choose to forget

So it's the laughter

We will remember

Whenever we remember

The way we were

So it's the laughter

We will remember

Whenever we remember

The way we were